Sabtu, 11 Juni 2016

MAKALAH TENTANG TEKNOLOGI DIGITAL



MAKALAH TEKNOLOGI DIGITAL

DISUSUN OLEH:
Ø ADE IRNA NOVITA SARI
Ø MUKARRAMAH ALIAH
Ø MUSDHALIFAH MURTHALIB
Ø NURUL MUTMAINNAH ARIF

XII JJ. THOMSON
SMA NEGERI 2 PANGKAJENE UNGGULAN KAB. PANGKEP
2016



TEKNOLOGI DIGITAL

Teknologi Digital adalah teknologi yang dilihat dari pengoperasionalannya tidak lagi banyak menggunakan tenaga manusia. Tetapi lebih cenderung pada sistem pengoprasian yang serba otomatis dan canggih dengan system komputeralisasi/format yang dapat dibaca oleh komputer. Teknologi digital pada dasarnya hanyalah sistem menghitung sangat cepat yang memproses semua bentuk-bentuk informasi sebagai nilai-nilai numeris. Pada teknologi analog, gambar dan suara diubah menjadi gelombang radio, maka teknologi digital menkonversi gambar dan suara menjadi data digital yang terdiri dari angka 1 dan 0. Dengan teknologi digital ini, gambar yang ditampilkan memiliki kualitas warna yang lebih natural dan resolusi yang lebih baik, tidak pecah atau turun kualitasnya jika gambar ditampilkan di layar yang besar.
Berbagai alat yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan alat yang sudah biasa kita gunakan seperti televisi, radio, komputer, dan telepon. Berbagai alat tersebut pada mulanya ditemukan dengan memakai sistem yang berbasis analog, tapi karena adanya perkembangan teknologi dan penemuan teknologi digital sehingga membuat alat-alat sederhana seperti yang disebutkan di atas tersebut menjadi semakin canggih karena sekarang kebanyakan pengoperasiaanya menggunakan system berbasis digital. Jadi meski sangat berguna, semua komputer analog buatan manusia memiliki kelemahan besar yaitu mereka tidak dapat mengukur cukup teliti. Masalahnya terletak pada kemampuan mereka untuk secara konsisten terus menerus merekam perubahan yang terus menerus terjadi. Pada setiap pengukuran, selalu terdapat peluang untuk keragu-raguan. Berbeda dengan komputer analog, komputer digital mampu melakukan pengukuran yang jauh lebih tepat karena komputer tersebut tidak melakukan keragu-raguan serta cukup teliti dan cepat. Maka sistem-sistem digital memberikan tiga keuntungan atas sistem-sistem analog yaitu :
1)      Sangat mengurangi jumlah data yang diperlukan untuk memproses, menyimpan, meng-display, dan mengirim informasi.
2)      Bisa mereproduksi data dengan tidak terbatas jumlahnya tanpa pengurangan kualitas.
3)      Bisa dengan mudah memanipulasi data dengan presisi tinggi.
Teknologi digital menggunakan sistem bit dan bite, untuk menyimpan data dan memproses data, sistem digital mempekerjakan sejumlah besar switch listrik mikroskopis hanya memiliki dua keadaan atau nilai.
Switch biner ini bisa dalam keadaan on atau off, satu atau nol, ya atau tidak, hitam atau putih. Memasuki abad ke 21 ini, teknologi berkembang semakin pesat. Sesuatu yang tampaknya mustahil di masa lalu, menjadi sesuatu yang nyata sekarang ini. Contohnya saja komputer, televisi tiga dimensi, dan lain-lain. Sekarang ini alat-alat canggih dapat kita nikmati. Kemajuan teknologi benar-benar menjadikan hidup kita lebih mudah. Semua itu bisa terjadi karena adanya orang-orang bernama ilmuwan yang menemukan teknologi-teknologi canggih tersebut. Mereka mencari informasi dan mempelajari dengan sangat detail informasi yang dapat mewujudkan impian mereka yang akhirnya sekarang dapat kita nikmati, teknologi. Perkembangan teknologi juga membawa hal yang baru, yaitu revolusi komunikasi. Hal itu dikarenakan, perkembangan teknologi yang bisa dikatakan paling pesat adalah perkembangan di dalam bidang komunikasi.
Penemuan-penemuan seperti telepon, mesin faks, telepon selular, scanner, dan lain-lain adalah alat-alat yang membantu menciptakan hubungan komunikasi yang lebih mudah antar sesama manusia. Kita dapat dengan mudah menghubungi orang lain yang berjarak ribuan kilometer jauhnya dari kita hanya dengan mengangkat gagang telepon dan memencet nomor teleponnya. Hidup pun terasa lebih mudah. Akan tetapi, segala kemudahan itu jangan sampai membuat kita terlena. Kita harus tetap menjaga hal-hal yang mennjadi privasi kita. Lagi-lagi teknologi memerankan peranan penting di sini.
Teknologi membantu kita menjaga hal-hal privasi kita. Misalnya menjaga komputer kita agar tidak bisa dibuka oleh sembarang orang.
Teknologi melakukannya hanya dengan password. Password yang bekerja melindungi atau apapun itu sekarang juga semakin berkembang. Dari yang hanya berupa kombinasi huruf, angka, dan simbol sampai sekarang telah ditemukan password yang menggunakan sidik jari atau retina mata, yaitu password yang menggunakan sensor. Password seperti itu disebut biometric sistem. Biometric sistem dapat dikategorikan sebagai teknologi digital. Teknologi yang sekarang ini benar-benar sedang berkembang pesat. Dikarenakan dalam dunia yang analog yang kita jalankan sekarang, kita terus menuntut kebutuhan yang sepertinya sudah sulit dipenuhi oleh teknologi analog, untuk itulah teknologi digital dikembangkan. 
Teknologi digital dalam komunikasi adalah hal yang sangat penting. Dalam bidang komunikasi, teknologi digital berkembang dengan menggunakan spektrum elektromagnetik yang merupakan gabungan dari frekuensi magnetik, gelombang radio, sinar x, gelombang cosmic, infrared, cahaya, gelombang radio, dan gelombang mikro. Dari situlah televisi, radio, komputer, dan lain-lain dapat tercipta. Komunikasi digital banyak membawa manfaat bagi kehidupan manusia. Contohnya adalah kemampuan komputer yang semakin canggih yang dapat membantu kita dalam beraktivitas. Selain itu integritas yang tinggi ketika mentransfer sebuah data melalui transmiter seperti satelit, telepon, dan lain-lain.
Walaupun membawa banyak manfaat, tentu memiliki sisi buruk juga. Begitu pula dengan komunikasi digital. Contoh sisi buruk yang bisa dikatakan fatal adalah error. Error disini adalah kesalahan yang ditimbulkan dari alat-alat teknologi. Teknologi digital pun pasti sangat mengkhawatirkan apabila alatnya sudah error, karena dari situ kemungkinan untuk rusak sangatlah besar. Selain itu dengan adanya teknologi digital, kecendrungan orang-orang untuk melupakan teknologi analog sangatlah besar. Oleh karena itu, penemuan-penemuan yang dulunya sangat berarti, kini sudah tak mendominasi.
Teknologi digital akan terus berkembang. Pada masa yang akan datang, perkembangan teknologi ini dipengaruhi tiga hal, yaitu transisi digital, konvergensi jaringan, dan infrastruktur digital. Konvergensi jaringan yang terjadi adalah kegiatan di rumah-kesibukan perjalanan-pekerjaan kantor. Konvergensi ini bertendensi pada pemenuhan kebutuhan manusia dalam lingkungan apa pun dan di mana saja. Saat ini kita semua sudah tahu bahwa teknologi analog mengalami penuruna pertumbuhan, sedangkan teknologi digital terus naik. Inilah transisi digital.
Era transisi itu ditandai dengan pertumbuhan industri produk digital yang sangat cepat. Ketika industri digital ini tumbuh, pada saat yang sama akan dialami berbagai perubahan yang sangat cepat. Khusus untuk konvergensi jaringan akan mengacu pada kecenderungan gaya hidup, yaitu waktu di rumah yang berfokus pada keluarga dan kesibukan perjalanan yang merupakan gabungan antara bekerja dan bermain. Selain itu, kesibukan di kantor antara kerja dan kebutuhan hiburan. Dengan kecenderungan itu, produsen produk digital akan mengarahkan peluang bisnisnya ke sana. Desain dan teknologi akan disesuaikan dengan perkembangan gaya hidup era digital. Produsen produk-produk digital harus mampu memberi solusi komprehensif pada era konvergensi jaringan itu.
Konvergensi itu tidak akan terwujud tanpa peran produsen, pemerintah, dan retailer. Produsen dengan produsen lainnya harus bekerja sama melakukan standardisasi, sedangkan pemerintah perlu mengurangi hambatan-hambatan perdagangan. Retailer berperan dalam edukasi konsumen, membuat pemasaran yang lebih menarik, serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Edukasi  konsumen sangat diperlukan terkait gaya hidup dan pemenuhan produk yang menunjang gaya hidup itu.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL
1.      Perkembangan Komputer 
Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah instruksi-instruksi program dan tersimpan di memori ( storage program ). Pengolahan data dengan menggunakan komputer dikenal dengan nama pengolahan data elektronik (PDE) atau Elektronik Data Processing (EDP). Pengolahan data adalah manipulasi dari data kedalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti berupa informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik, yaitu komputer. Komputer yang kita gunakan sekarang ini tidak serta merta muncul begitu saja melainkan melalui proses yang panjang dalam evolusinya.
Lahirnya World Wide Web/WWW Pada tahun 1992 World Wide Web dirilis ke dengan 1996, internet berada dikesadaran mainstream dan banyak bisnis website yang tercantum dalam iklan  mereka. Pada tahun 1999, hampir setiap negara memiliki sambungan, dan lebih dari setengah Amerika menggunakan internet secara teratur. Pada tahun 1989, 15% rumah tangga di Amerika serikat komputer yang dimiliki, pada tahun 2000, ini adalah sampai dengan 51%.
2.      Ponsel
Ponsel menjadi pemandangan umum dinegara-negara barat, dengan bioskop mulai menampilkan iklan memberitahu orang-orang untuk membungkam ponsel mereka. Martin Cooper merupakan penemu ponsel yang digunakan lebih dari separuh populasi dunia. Handset pertama dilahirkannya pada 1973 dengan bantuan tim Motorola dengan berat dua kilogram. Ketika dia menderita di jalanan New York dan membuat panggilan ponsel pertama dari prototipe ponselnya, dia tidak pernah membayangkan perangkat buatannya itu  akan sukses suatu saat. 
3.      Situs Jejaring Sosial
Situs jejaring Sosial merupakan sebuah web berbasis pelayanan yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, melihat list yang tersedia, serta mengundang atau menerima teman untuk bergabung dalam situs tersebut. Hubungan antara perangkat mobile dan halaman web internet melalui “jaringan sosial” telah menjadi standar dalam komunikasi digital.  Awal mula situs jejaring sosial ini muncul pada tahun 1997 dengan beberapa situs yang lahir berbasiskan kepercayaan setelah itu kejayaan situs jejaring sosial mulai diminati, mulai dari tahun 2000-an serta 2004 muncul situs pertemanan bernama friendster lanjut ke tahun-tahun berikutnya tahun 2005 dan seterusnya muncul situs-situs seperti Myspace, Facebook, Twitter dan lain-lain. Zaman semakin canggih karena teknologi yang selalu diperbaharui, segala sesuatu saat ini lebih mudah dilakukan. Selain dampak positif banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari jejaring sosial.
Teknologi Digital Semakin Berkembang, Semakin canggihnya teknologi digital masa kini membuat perubahan besar terhadap dunia, lahirnya berbagai macam teknologi digital yang semakin maju telah banyak bermunculan. Berbagai kalangan telah dimudahkan dalam mengakses suatu informasi melalui banyak cara, serta dapat menikmati fasilitas dari teknologi digital dengan bebas dan terkendali. Tetapi di sayangkan semakin berkembangnya teknologi justru semakin banyaknya kejahatan yang terdeteksi. Maka dari itu segala sesuatunya harus memiliki perlindungan hak cipta dan mengontrol anak-anak dan remaja khusunya. Begitu banyak game online yang menyebabkan kerusakan mental anak saat ini, pornografi dan pelanggaran hak cipta pun banyak dilanggar. Konversi teknologi •    Catatan Gramophone perkembangan ke CD ke Mp3 :
Awalnya, piringan hitam sebuah alat yang memiliki pena yang bergetar untuk menghasilkan bunyi dari sebuah disc, alat yang diperlukan untuk memutar piringan hitam adalah Gramophone seiring berkembangnya teknologi kemudian piringan hitam berfungsi untuk merekam suara ataupun video dan setelah itu berkembang menjadi CD, CD dibuat dalam usaha merampingkan media penyimpanan musik dengan memperbaiki kualitas suara yang dihasilkan. Kemudian MP3, untuk mempermudah dalam mendengar ataupun memutar video atau musik.•    VHS tape untuk DVD untuk Blu-ray :
Format baru untuk menyimpan data berupa video. Format ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan akan teknologi HDTV (High Definition TV) yang menjanjikan kualitas video yang jauh lebih tajam. Sekeping Blu-ray dengan single-layer mampu menyimpan data hingga 27 GB. Hal ini setara dengan 2 jam video dengan kualitas tinggi (High definition) atau sekitar 13 jam  dengan kualitas video standar. Sedangkan untuk double layer, mampu menampung hingga 54 GB untuk sekitar 4,5 jam video dengan kualitas tinggi atau 20 jam dengan kualitas video standar. Bahkan ada rencana untuk mengembangkan terus ukurannya hingga dua kali lebih besar. Analog penyiaran untuk penyiaran digital. Telepon umum ke ponsel. E-book, Mail ke email Analog fotografi ke fotografi digital.
Teknologi Digital Cinema Untuk pengertian dari film sendiri adalah suatu cerita yang disampaikan dengan gambar bergerak. Hal ini dihasilkan oleh merekam gambar foto dengan kamera, atau dengan membuat gambar menggunakan teknik animasi atau efek visual. Proses pembuatan film telah berkembang menjadi sebuah bentuk seni dan industri.
Digital cinema mengacu pada penggunaan teknologi digital untuk mendistribusikan dan proyek film. Sebuah film bisa didistribusikan melalui hard drive, optical disk (seperti DVD) atau satelit dan diproyeksikan menggunakan proyektor digital bukan proyektor film konvensional. Bioskop digital adalah berbeda dari televisi definisi tinggi dan, khususnya, tidak tergantung pada menggunakan standar televisi atau HDTV, rasio aspek, atau tingkat frame. proyektor digital mampu resolusi 2K mulai menggunakan pada tahun 2005, dan sejak tahun 2006, laju pertumbuhan ekonomi telah mempercepat (2K mengacu pada gambar dengan resolusi 2.048 piksel horizontal).
Sedangkan mengacu dari sejarahnya, adalah sebagai berikut, media digital pemutaran resolusi tinggi 2K file memiliki setidaknya sejarah dua puluh tahun dengan serangan awal sistem makan frame buffer kustom dengan kenangan besar. Konten biasanya dibatasi hingga beberapa menit material. Mentransfer konten antar lokasi terpencil sangat lambat dan memiliki kapasitas yang terbatas. Tidak sampai akhir 1990-an yang menampilkan proyek panjang bisa dikirim melalui ‘kawat’ (Internet atau link fiber dedicated). Banyak dikembangkan sistem prototipe yang klaim pertama dalam beberapa bentuk presentasi digital. Namun, hanya sedikit ini memiliki dampak yang signifikan terhadap kemajuan industri. Menyoroti kunci dalam perkembangan sinema digital mungkin akan mencakup: demonstrasi oleh TI teknologi DMD mereka, real-time pemutaran file hi-resolusi dikompresi oleh berbagai vendor, dan awal HD presentasi dari tape D5 untuk proyektor digital. Rekaman Digital
Pada 2009, media akuisisi yang paling umum untuk fitur digital diproyeksikan adalah 35 mm film dipindai dan diproses pada 2K (2048 × 1080) atau 4K (4096 × 2160) resolusi melalui digital intermediate [rujukan?]. Sebagian besar fitur digital sampai saat ini ditembak di 1920×1080 resolusi HD menggunakan kamera seperti CineAlta Sony, Panavision Kejadian atau Thomson Viper. Kamera baru seperti Alexa Arri dapat menangkap 3,5 K resolusi gambar, dan Red Camera Digital Cinema Perusahaan Merah Satu dapat merekam 4K. Pangsa pasar dari proyeksi 2K di bioskop digital lebih dari 98%. Saat ini dalam pembangunan kamera lain mampu merekam RAW 4K, seperti Dalsa Corporation Asal dan Canon 4K “Serbaguna”, dan mampu rekaman 5K, seperti EPIC RED kamera, dan kamera mampu merekam 3K (bagi para pembuat film anggaran) seperti yang RED Scarlet.
Epic Red camera Pasca Produksi Digital
Dalam proses pasca-produksi, negatif film kamera-asli (film yang secara fisik berlari melalui kamera) dipindai ke dalam format digital pada scanner atau telecine resolusi tinggi. Data dari film kamera digital mungkin akan diubah ke format file gambar dengan nyaman untuk bekerja di fasilitas. Semua file tersebut ‘sesuai’ untuk mencocokkan suatu mengedit daftar yang dibuat oleh editor film, dan kemudian warna dikoreksi di bawah arahan staf film. Hasil akhir pasca-produksi adalah perantara digital yang digunakan untuk merekam gambar gerak untuk film dan / atau untuk rilis sinema digital.
Digital Mastering Ketika semua gambar, suara, dan elemen data dari sebuah produksi telah selesai, mereka mungkin dirakit Perjanjian Penyaluran Digital Cinema Master (DCDM) yang berisi seluruh bahan digital yang dibutuhkan untuk proyeksi. Gambar dan suara kemudian dikompresi, dienkripsi, dan dikemas untuk membentuk Digital Cinema Paket (DCP).
Proyeksi Digital Saat ini ada dua jenis proyektor untuk sinema digital. Awal DLP proyektor, yang digunakan terutama di Amerika Serikat, digunakan terbatas resolusi 1280 × 1024 atau setara dengan 1,3 MP (megapiksel). Mereka masih banyak digunakan untuk iklan pre-show tapi tidak biasanya untuk presentasi fitur. Spesifikasi DCI untuk proyektor digital panggilan untuk dua tingkat pemutaran harus didukung: 2K (2048 × 1080) atau 2,2 MP pada 24 atau 48 frame per detik, dan 4K (4096 × 2160) atau 8,85 MP pada 24 frame per detik.
Banyak sekali contoh film yang menggunakan teknik digital cinema, seperti Spy Kids 3-D: Game Over [Dimension Films] (Digital 3D) (2003), The Nightmare Before Christmas (Re-Release) [Disney] (XPan 3d, Real D, Dolby 3D) (2006), How to Train Your Dragon [Paramount/Dreamworks, designed in stereoscopic 3D] (IMAX 3D, Real D) (2010).
Salah satu scene dalam film “How To Train Your Dragon” Pemanfaatan Teknologi Digital Diberbagai Bidang Berbagai bidang yang ditekuni dalam negara ini sudah memanfaatkan teknologi digital sebagai ‘media’ atau ‘alat bantu’ aktivitas sesuai bidangnya. Pemanfaatan yang saat ini sedang terjadi di Indonesia.
1.      Bidang Pendidikan
Tidaklah heran jika kita melihat laboratorium komputer di SMP atau pun SMA Indonesia, bahkan beberapa SD pun sudah memilikinya. Pentingnya mempelajari teknologi canggih seperti teknologi digital sudah membuat Pelajaran Komputer menjadi ilmu pengetahuan yang patut kita pelajari di zaman modern ini. Pentingnya komputer dalam mendongkrak pendidikan sudah disadari oleh setiap orang. Itulah sebabnya Komputer sudah mulai dipelajari oleh orang banyak termasuk kaum pelajar yang masih muda demi persiapan diri menatap perkembangan zaman yang seakan diinvasi oleh teknologi digital.
Tidak hanya di sekolah, di perkuliahan juga teknologi digital dipakai sebagai bidang ilmu. Jurusan Teknik Informatika dan Ilmu Komputer sebagai contohnya, juga menjadi tempat pembelajaran bagaimana teknologi digital sudah menjadi bidang pendidikan yang menuntun manusia ke arah dunia digital dengan ‘mata terbuka’ dengan ilmu komputer yang diajarkan. Di jurusan lain juga, pentingnya teknologi digital dimanfaatkan oleh mahasiswa/mahasiswi dalam pelajarannya. Di saat perkuliahan, mahasiswa/mahasiswi sudah banyak menggunakan laptop/komputer untuk mengerjakan tugas perkuliahan. Ada juga yang memanfaatkannya untuk menyimpan data perkuliahan. Ada juga yang menggunakannya untuk mempresentasikan bahan perkuliahan/tugas perkuliahan di depan kelas dengan bantuan proyektor sebagai layar besar yang membuat orang banyak bisa menyaksikan apa yang sedang dipresentasikan.
2.      Bidang Bisnis
Pemanfaatan teknologi digital dalam bidang ini sudah mulai populer di kalangan pebisnis atau pun pengusaha. Ketika kita membuka akun Facebook kita, misalnya, kemungkinan besar apa yang tertera di homepage Facebook kita merupakan foto-foto produk yang diperjual-belikan via internet dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial. Atau ketika kita mencari informasi di internet dan membuka suatu situs, banyak juga tertera iklan dengan maksud untuk memperjual-belikan produk tertentu. Pemanfaatan teknologi canggih di bidang ini sudah jelas terlihat efektif. Apalagi sudah banyak orang yang memanfaatkan situs belanja via online untuk membeli barang tertentu tanpa harus susah payah pergi ke toko. Bagi pebisnis yang hanya punya modal cukup-cukupan untuk menjalankan bisnisnya, kini sudah tidak perlu menjajakan produknya dengan menyewa toko yang tentunya mahal harga sewanya. Cukup buat situs, atau manfaatkan media sosial yang ada, pembeli yang berniat membeli barang tanpa harus perlu ke tokonya bersedia menjadi pelanggan. Sungguh bermanfaat. Komputer atau laptop sebagai barang canggih dari teknologi digital sudah banyak sekali dimanfaatkan dalam bidang ini. 
Dengan teknologi digital lainnya, seperti gadget atau pun telepon seluler yang difasilitasi jaringan internet, pebisnis dan calon pembeli bisa dengan mudahnya berkomunikasi tanpa harus bertemu secara langsung. Dengan memanfaatkan  gadget atau telepon genggam yang difasilitasi internet, calon pembeli bisa mencari-cari barang yang ingin dicarinya dan ingin dibelinya via online. Calon pembeli bisa menghubungi penjualnya dengan telepon seluler, dan menyepakati harga. Pembeli cukup membayarnya dengan mentransferkan biayanya ke rekening penjual dan tidak harus pergi ke bank atau pun ATM terdekat dalam proses transaksi. Di internet yang bisa diakses dengan gadget miliknya, proses transaksi bisa dilakukan dengan mudahnya. Sama-sama untung dan merasakan kemudahan dalam pemanfaatan teknologi digital.


3.      Bidang Sosial
Pemanfaatan teknologi digital sudah merambah di bidang sosial. Banyak media dari teknologi digital yang sudah dimanfaatkan untuk kebutuhan sosial secara umum. Misalnya saja, di masa euforia Piala Eropa tahun 2012 ini banyak kita temukan acara yang sering kita sebut dengan ‘nonton bareng (nobar)’ Piala Eropa mulai dari kafe, restoran, persimpangan jalan, bahkan di RT sekalipun. Acara nonton bareng ini dibuat untuk mengakrabkan individu-individu dalam suatu kebersamaan, dengan menonton Piala Eropa bersama-sama dalam satu layar entah itu layar besar proyektor atau pun TV. Kebersamaan tersebut bisa meningkatkan nilai sosial yang terus dijaga sebaik-baiknya. Keakraban yang tercipta menjadi bukti bahwa bidang sosial juga membutuhkan pemanfaatan teknologi digital.
4.      Bidang Penelitian, Arsitektur, dan Bidang Keilmuan Lainnya
Di bidang penelitian sudah ada mikroskop, teleskop, teropong, dan sebagainya yang sudah di-digital-kan. Apa yang kita lihat dengan mikroskop, misalnya, bisa terpampang pada layar monitor yang menunjukkan apa yang kita lihat dengan menggunakan mikroskop. Teleskop dan teropong juga demikian. Tapi di Indonesia kemungkinan besar masih jarang atau malah belum ada sama sekali. Tetapi dalam bidang penelitian, teknologi digital sudah sangat diperlukan demi mendapatkan temuan-temuan baru. Pemanfaatan teknologi digital di Indonesia dalam bidang penelitian akan mempengaruhi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Di bidang arsitektur sendiri, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu arsitek dalam pembentukan rancangan yang akan dibangun. Penggunaan teknologi digital dapat membantu arsitek dalam menentukan desain bangunan sampai ke tahap pembangunan rancangan tersebut. Teknologi digital yang saat ini sudah mengenal sebutan 3D yang sudah realistis di layar monitor telah memungkinkan arsitek untuk melakukan inovasi desain arsitektur yang kompleks ditinjau dari segi bentuk, struktur, fungsi, material, dan lingkungan. Teknologi digital saat ini sudah menampilkan bentuk rancangan dalam bentuk 3D (tiga dimensi) yang memudahkan arsitek dalam membuat rancangan dan bagaimana nantinya apabila sudah menjadi bangunan. Dengan pemanfaatan teknologi digital yang berkembang pesat saat ini tentu saja bidang arsitektur banyak terbantu. Bidang keilmuan lainnya tidak dapat dipungkiri juga sudah memanfaatkan teknologi digital. Adapun bidang kedokteran, bidang fisika, matematika, kimia, dan lain sebagainya juga sudah memanfaatkan bidang teknologi digital.
Di Indonesia, pemanfaatan teknologi digital dapat memajukan bidang keilmuan tersebut. Di bidang penelitian sudah ada mikroskop, teleskop, teropong, dan sebagainya yang sudah di-digital-kan. Apa yang kita lihat dengan mikroskop, misalnya, bisa terpampang pada layar monitor yang menunjukkan apa yang kita lihat dengan menggunakan mikroskop. Teleskop dan teropong juga demikian. Tapi di Indonesia kemungkinan besar masih jarang atau malah belum ada sama sekali. Tetapi dalam bidang penelitian, teknologi digital sudah sangat diperlukan demi mendapatkan temuan-temuan baru. Pemanfaatan teknologi digital di Indonesia dalam bidang penelitian akan mempengaruhi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Di bidang arsitektur sendiri, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu arsitek dalam pembentukan rancangan yang akan dibangun. Penggunaan teknologi digital dapat membantu arsitek dalam menentukan desain bangunan sampai ke tahap pembangunan rancangan tersebut. Teknologi digital yang saat ini sudah mengenal sebutan 3D yang sudah realistis di layar monitor telah memungkinkan arsitek untuk melakukan inovasi desain arsitektur yang kompleks ditinjau dari segi bentuk, struktur, fungsi, material, dan lingkungan. Teknologi digital saat ini sudah menampilkan bentuk rancangan dalam bentuk 3D (tiga dimensi) yang memudahkan arsitek dalam membuat rancangan dan bagaimana nantinya apabila sudah menjadi bangunan. Dengan pemanfaatan teknologi digital yang berkembang pesat saat ini tentu saja bidang arsitektur banyak terbantu.
Bidang keilmuan lainnya tidak dapat dipungkiri juga sudah memanfaatkan teknologi digital. Adapun bidang kedokteran, bidang fisika, matematika, kimia, dan lain sebagainya juga sudah memanfaatkan bidang teknologi digital. Di Indonesia, pemanfaatan teknologi digital dapat memajukan bidang keilmuan tersebut.
Di bidang penelitian sudah ada mikroskop, teleskop, teropong, dan sebagainya yang sudah di-digital-kan. Apa yang kita lihat dengan mikroskop, misalnya, bisa terpampang pada layar monitor yang menunjukkan apa yang kita lihat dengan menggunakan mikroskop. Teleskop dan teropong juga demikian. Tapi di Indonesia kemungkinan besar masih jarang atau malah belum ada sama sekali. Tetapi dalam bidang penelitian, teknologi digital sudah sangat diperlukan demi mendapatkan temuan-temuan baru. Pemanfaatan teknologi digital di Indonesia dalam bidang penelitian akan mempengaruhi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Di bidang arsitektur sendiri, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu arsitek dalam pembentukan rancangan yang akan dibangun. Penggunaan teknologi digital dapat membantu arsitek dalam menentukan desain bangunan sampai ke tahap pembangunan rancangan tersebut. Teknologi digital yang saat ini sudah mengenal sebutan 3D yang sudah realistis di layar monitor telah memungkinkan arsitek untuk melakukan inovasi desain arsitektur yang kompleks ditinjau dari segi bentuk, struktur, fungsi, material, dan lingkungan. Teknologi digital saat ini sudah menampilkan bentuk rancangan dalam bentuk 3D (tiga dimensi) yang memudahkan arsitek dalam membuat rancangan dan bagaimana nantinya apabila sudah menjadi bangunan. Dengan pemanfaatan teknologi digital yang berkembang pesat saat ini tentu saja bidang arsitektur banyak terbantu.
Bidang keilmuan lainnya tidak dapat dipungkiri juga sudah memanfaatkan teknologi digital. Adapun bidang kedokteran, bidang fisika, matematika, kimia, dan lain sebagainya juga sudah memanfaatkan bidang teknologi digital. Di Indonesia, pemanfaatan teknologi digital dapat memajukan bidang keilmuan tersebut.
5.      Bidang Fotografi, Musik, dan sebagainya
Kamera digital sudah diperkenalkan dalam bidang potret-memotret (fotografi) sebagai bagian dari teknologi digital. Kamera digital malah lebih diminati daripada kamera yang dulu dipakai di generasi sebelum kamera digital. Kemudahan yang diberikan membuat dunia fotografi semakin maju. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan kamera digital pun lebih bagus daripada kamera generasi sebelumnya. Apabila tidak puas dengan hasil yang kita dapatkan dari kamera digital, tenang saja, masih ada software pendukung yang bisa digunakan untuk ‘memoles’ foto yang didapat. Banyak pilihan lain, seperti misalnya Adobe Photoshop yang sangat populer dan juga Instragam yang bahkan bisa langsung dibagikan ke dalam media social, dan lain sebagainya. Di Indonesia sendiri, pemanfaatan teknologi digital sudah mendorong berbagai kaum, khususnya kaum muda, untuk terjun ke dunia fotografi dan memajukannya. Lihat sendiri karya-karya fotografer Indonesia di pameran foto atau pun di internet, luar biasa! Pemanfaatan teknologi digital dengan baik bisa menghasilkan keuntungan di dunia fotografi. Sudah banyak orang yang meraih keuntungan di bidang fotografi dengan memanfaatkan teknologi digital yang ada.


KTI TENTANG PENEGAKAN HUKUM DI ERA REFORMASI



BAB I
PENDAHULUAN

A.                LATAR BELAKANG
Negara Indonesia adalah Negara Hukum, yang mempunyai peraturan-peraturan hukum, yang sifatnya memaksa seluruh masyarakat Indonesia harus patuh terhadap peraturan-peraturan atau kebijakan-kebijakan hukum di Indonesia  bahkan juga memaksa orang asing yang berada di wilayah Indonesia untuk patuh terhadap hukum yang ada di Negara Indonesia. Negara membentuk badan penegak hukum guna mempermudah dalam mewujudkan negara yang adil dan makmur. Tetapi tidak dapat dipungkiri, di Negara kita (Indonesia) masih banyak kesalahan dalam menegakan hukum di Negara ini. Dan masih banyak juga ketidakadilan dalam melaksanakan hukum yang berlaku. Itu bukanlah salah dalam perumusan hukum, melainkan salah satu keteledoran badan-badan pelaksanaan hukum di Indonesia.
Akibat dari keteledoran tersebut banyak sekali pelangaran-pelangaran hukum dan pelanggar-pelanggar hukum yang seharusnya diadili dan dikenakan sanksi yang seharusnya, malah dibiarkan begitu saja. Hal ini sangat berdampak buruk bagi masa depan negara ini. Oleh karena itu kita akan membahas bagaimana  penegakan hukum yang adil dan bagaimana upaya-upaya penegakan hukum di negara kita ini untuk memulihkan atau membentuk negara yang memiliki hukum yang tegas dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Karena masalah tersebut merupakan masalah yang sangat serius dan harus dipecahkan guna menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia serta dalam menegakan hukum di Indonesia.
B.                 TUJUAN
a.                   Mengetahui peran pemerintah dalam penegakan hukum di era reformasi.
b.                  Mengetahui Amandemen Undang-Undang Dasar 1945.
c.                   Mengetahui dampak apa saja yang timbul dari penegakan hukum di era reformasi.
d.                  Mengetahui apa solusi dari penegakan hukum di era reformasi.
C.             RUMUSAN MASALAH
1.              Bagaimana Peran Pemerintah Dalam Penegakan Hukum di Era Reformasi?
2.              Bagaimana Amandemen Undang –Undang Dasar 1945?
3.              Apa Dampak yang Timbul dari Penegakan Hukum di Indonesia Era Reformasi
4.              Apa Solusi Penegakan Hukum Era Reformasi





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Peran Pemerintah Dalam Penegakan Hukum di Era Reformasi
Selama era reformasi yang dimulai sejak tahun 1998 berbagai upaya reformasi peradilan telah dilakukan, akan tetapi perubahan secara sistematis dan mendasar dari lembaga-lembaga penegak hukum tetap berjalan lambat di mana Kepolisian dan lembaga peradilan dipandang sebagai lembaga terkorup di Indonesia. Tidak seperti bidang pemerintahan lainnya yang telah terdesentralisasi kewenangannya Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman masih tersentralisasi di pusat dan bersifat hierarkis.
Dan jika pemerintahan itu sendiri “berantakan”, tentu saja pemerintah tidak akan dihargai oleh masyarakat dan bahkan Negara lain. Karena hukum dibuat untuk mencapai keadilan, keseimbangan dan keselerasan dalam hidup atau dengan kata lain untuk mencegah terjadinya kekacauan dan lain sebagainya dalam hidup.
Para penegak hukum di pemerintahan Indonesia bisa dikatakan penuh dengan nuansa KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Penegakan hukum di Indonesia ini masihlah membuat masyarakat memiliki niat melanggar aturan. Apabila ada masyarakat yang melanggar aturan, maka masyarakat yang awalnya tidak melanggar aturan setelah melihat masyarakat yang melanggar yang tidak ditindak lanjuti dengan seharusnya maka masyarakat tersebut akan ikut-ikutan untuk melanggar aturan. Oleh karena itu, masih bisa dilihat bahwa penegakan hukum di Indonesia belum berjalan dengan efektif. Seharusnya penegakan hukum diharuskan bersifat “ada”, yaitu hukum yang bersifat mutlak, yang artinya bersih, jujur, dan murni serta saling menghargai dan saling menghormati apa yang sudah diputuskan bersama. Dan pemerintah sendiri harus mengambil sikap tegas dalam mengambil tindakan dan tidak mengambil pendapat sendiri tanpa campur tangan dari masyarakat.
B.     Amandemen Undang-Undang Dasar 1945
UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Sejak tanggal 27 Desember 1949, di Indonesia berlaku Konstitusi RIS, dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945, dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959.
Sebelum dilakukan amendemen, UUD 1945 terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh (16 bab, 37 pasal, 65 ayat (16 ayat berasal dari 16 pasal yang hanya terdiri dari 1 ayat dan 49 ayat berasal dari 21 pasal yang terdiri dari 2 ayat atau lebih), 4 pasal Aturan Peralihan, dan 2 ayat Aturan Tambahan), serta Penjelasan.
Perubahan (amandemen) dimaksud sampai empat kali, yang dimulai pada tanggal 19 Oktober 1999 mengamandemen 2 pasal, amandemen kedua pada tanggal 18 Agustus 2000 sejumlah 10 pasal, sedangkan amandemen ketiga pada tanggal 10 November 2001 sejumlah 10 pasal, dan amandemen keempat pada tanggal 10 Agustus 2002 sejumlah 10 pasal serta 3 pasal Aturan Peralihan dan Aturan Tambahan 2 pasal, apabila dilihat dari jumlah pasal pada Undang-Undang Dasar 1945 adalah berjumlah 37 pasal, akan tetapi setelah diamandemen jumlah pasalnya melebihi 37 pasal, yaitu menjadi 39 pasal hal ini terjadi karena ada pasal-pasal yang diamandemen ulang seperti pasal 6 A ayat 4, pasal 23 Demokrasi di Indonesia sebagaiman tertuang dalam UUD 1945 mengakui adanya kebebasan dan persamaan hak juga mengakui perbedaan serta keanekaragaman mengingat Indonesia adalah "Bhineka Tunggal Ika". Secara filosofi bahwa Demokrasi Indonesia mendasarkan pada rakyat.
Dengan menggunakan konsep Montesquiue maka supra struktur politik meliputi lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif sistem pemerintahan negara menurut UUD 1945 hasil amandemen sebelum adanya amandemen terhadap UUD 1945, dikenal dengan Tujuh Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Negara, namun tujuh kunci pokok tersebut mengalami suatu perubahan. Oleh karena itu sebagai studi komparatif sistem pemerintahan negara menurut UUD 1945 mengalami perubahan.
Berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen 2002, Presiden penyelenggara pemerintahan tertinggi disamping MPR dan DPR, karena Presiden dipilih langsung oleh rakyat. UUD 1945 pasal 6 A ayat 1, jadi menurut UUD 1945 ini Preiden tidak lagi merupakan mandataris MPR, melainkan dipilih oleh rakyat. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Menteri Negara ialah pembantu Presiden, Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. Presiden dalam melaksanakan tugas dibantu oleh menteri-menteri negara, pasal 17 ayat 1 (hasil amandemen). Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas, meskipun kepala negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, ia bukan "diktator" artinya kekuasaan tidak terbatas, di sini Presiden adalah sudah tidak lagi merupakan mandataris MPR, namun demikian ia tidak dapat membubarkan DPR atau MPR. Negara Indonesia adalah negara hukum, negara hukum berdasarkan Pancasila bukan berdasarkan kekuasaan.
Setelah amandemen UUD 1945 Indonesia mengawali masa baru yaitu reformasi. Pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI dan menyerahkan jabatannya kepada Wakil Presiden B.J. Habibie. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan dimulainya Orde Reformasi. Kondisi Politik pada Masa Reformasi ketika Habibie mengganti Soeharto sebagai Presiden tanggal 21 Mei 1998, ada lima isu terbesar yang harus dihadapinya, yaitu:
a.       Masa depan Reformasi;
b.      Masa depan ABRI;
c.       Masa depan daerah-daerah yang ingin memisahkan diri dari Indonesia;
d.      Masa depan Soeharto, keluarganya, kekayaannya dan kroni-kroninya; serta
e.       Masa depan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.
Berikut ini beberapa kebijakan yang berhasil dikeluarkan B.J. Habibie dalam rangka menanggapi tuntutan reformasi dari masyarakat.
Kebijakan dalam bidang politik reformasi dalam bidang politik berhasil mengganti lima paket undang-undang masa Orde Baru dengan tiga undang-undang politik yang lebih demokratis. Berikut ini tiga undang-undang tersebut.
1)      UU No. 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik.
2)      UU No. 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum.
3)      UU No. 4 Tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan DPR/MPR.
Kebijakan dalam bidang ekonomi untuk memperbaiki perekonomian yang terpuruk, terutama dalam sektor perbankan, pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Selanjutnya pemerintah mengeluarkan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat, serta UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Pelaksanaan sistem pemerintahan pada Masa Reformasi sekarang tahun 1998–Sekarang (Reformasi) pelaksanaan demokrasi pancasila pada Era Reformasi telah banyak memberikan ruang gerak pada parpol maupun DPR untuk mengawasi pemerintah secara kritis dan dibenarkan untuk unjuk rasa.
Sistem Pemerintahan menurut UUD 1945 sebelum diamandemen:
ü  Kekuasaan tertinggi diberikan rakyat kepada MPR.
ü  DPR sebagai pembuat UU.
ü  Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan.
ü  DPA sebagai pemberi saran kepada pemerintahan.
ü  MA sebagai lembaga pengadilan dan penguji aturan.
ü  BPK pengaudit keuangan.
Pada zaman reformasi ini pelaksanaan demokrasi mengalami suatu pergeseran yang mencolok walaupun sistem demokrasi yang dipakai yaitu demokrasi pancasila tetapi sangatlah mencolok dominasi sistem liberal contohnya aksi demonstrasi yang besar-besaran di seluruh lapisan masyarakat. Memang pada zaman reformasi peranan Presiden tidak mutlak dan lahirnya sistem multi partai sehingga peranan partai cukup besar, akan tetapi dalam melaksanakan pemungutan suara juga pernah menggunakan voting berarti peranan demokrasi pancasila terealisasi. Dengan melihat hal tersebut maka kesimpulan daripada pelaksanaan demokrasi di Indonesia belum mencapai titik yang pasti dan masih belajar untuk memulai demokrasi pancasila yang sudah dilakukan selama 40 tahun sampai sekarang masih belum bisa dilaksanakan secara baik dan benar.
Dengan adanya undang-undang yang mengamandemenkan itu menjadi konstitusi dan bersifat harus konstitusional, banyak yang diharapkan oleh pemerintah yang lebih sempurna, baik daripada yang sebelumnya. Dan adanya perubahan dalam sistem kepemerintahan harus bisa memperbaiki dalam sistem yang sudah terbentuknya dalam sistem presidensial.

C.    Dampak yang Timbul dari Penegakan Hukum di Indonesia
Penyelewengan atau inkonsistensi di Indonesia berlangsung lama bertahun-tahun hingga sekarang, sehingga bagi masyarakat Indonesia ini merupakan rahasia umum, hukum yang dibuat berbeda dengan hukum yang dijalankan, contoh paling dekat dengan lingkungan adalah penilangan pengemudi kendaraan yang melanggar tata tertib lalu lintas. Mereka yang melanggar tata tertib lalu lintas tidak jarang ingin berdamai di tempat atau menyelewengkan hukum, kemudian seharusnya aparat yang menegakan hukum tersebut dapat menangani secara hukum yang berlaku di Indonesia, namun tidak jarang penegak hukum tersebut justru mengambil kesempatan yang tidak terpuji itu untuk menambah pundi-pundi uangnya.
Oleh karena itu, akibat-akibat yang ditimbulkan dari masalah penyelewengan hukum tersebut diantaranya, yaitu:
1.      Ketidakpercayaan masyarakat pada hukum
Karena mereka percaya bahwa uanglah yang berbicara, dan dapat meringankan hukuman mereka, fakta-fakta yang ada diputar balikan dengan materi yang siap diberikan untuk penegak hukum, akibatnya kepercayaan masayarakat pun pudar.
2.      Penyelesaian konflik dengan kekerasan
Penyelesaian konflik dengan kekerasan yang terjadi di sekelompok masyarakat di Indonesia banyak yang diselesaikan dengan kekerasan. Mereka tidak mengindahkan peraturan-peraturan kepemerintahan, dengan masalah secara geografis. Ini membuktikan masayarakat Indonesia yang tidak tertib hukum.
3.      Pemanfaatan inkonsistensi penegakan hukum untuk kepentingan pribadi
Banyak warga Negara Indonesia yang memanfaatkan inkonsistensi penegakan hukum untuk kepentingan pribadi.

4.      Penggunaan tekanan asing dalam proses peradilan
Kita ambil contoh pengrusakan lingkungan yang diakibatkan oleh suatu perusahaan asing yang membuka usahanya di Indonesia, mereka akan minta bantuan dari negaranya untuk melakukan upaya pendekatan kepada Indonesia, agar mereka tidak mendapatkan hukuman yang berat, atau dicabut izin memproduksinya di Indonesia.

D.    Solusi Penegakan Hukum Era Reformasi
1.      Esensi dalam penegakan hukum adalah keadilan. Keadilan itu sendiri mempunyai berbagai macam makna, tergantung dari perspektifnya. Di negara mana pun sering timbul berbagai masalah, terkait penegakan keadilan di ranah hukum. Konsep keadilan yang sudah mapan di suatu negara belum tentu baik apabila diterapkan untuk negara lain. rangka penegakan hukum seyogyanya dibingkai juga dengan perspektif ilmu hukum, agar diperoleh titik temu dan lebih mudah dalam pengimplementasiannya.
Dr. Mudzakkir, S.H., M.H. selaku pembicara pertama mengemukakan dalam perjalanannya dari masa ke masa, hukum tidak diorientasikan pada upaya mewujudkan keadilan. Hukum cenderung digunakan sebagai alat untuk mewujudkan kepentingan-kepentingan oleh penguasa negara. Pada masa kolonialisme, hukum dijadikan alat untuk menjajah warga pribumi. Pada masa Presiden Soekarno hukum dijadikan alat revolusi. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto hukum dijadikan alat pembangunan. Adapun pada masa reformasi sampai sekarang hukum dijadikan alat kekuasaan (politik). Hal ini yang menjadi salah satu faktor penyabab “sakitnya” penegakan hukum di Indonesia. Hukum tidak diorientasikan sebagaimana seharusnya yakni mewujudkan keadilan, namun dijadikan alat untuk mencapai tujuan oleh para penguasa negara.
2.      Lebih memperketat proses pemeriksaan kasus-kasus hukum untuk meminimalisasi praktik jual beli hukum dan penyuapan. Lebih menyinkronkan antara sistem, pembuat hukum dan pelaksana penegak hukum agar hukum dapat berjalan dengan baik. Dan bagi para koruptor harus ada hukuman yang memiskinkan koruptor, sehingga ada efek jera bagi para koruptor. Pemerintah sebagai fasilitator memberikan atau memfasilitasi masyarakat dengan memberikan pendidikan/ penyuluhan/ sosialisasi akan pentingnya penegakan hukum yang sebaik-baiknya. Jangan memberikan peluang sekecil apapun kepada masyarakat untuk melakukan pelanggaran, yaitu dengan mempertegas penegakan hukum dan penegak hukum tidak boleh lengah.
3.      Upaya Preventif, membangun kurikulum pendidikan moral yang lebih intensif bagi warga Indonesia mulai dari jenjang sekolah dasar hingga pendidikan tinggi sebagai bagian dari perwujudan menciptakan masyarakat yang sadar hukum.
4.      Upaya Koersif: diberikan hukuman yang bersifat sanksi sosial dari masyarakat, dipecat dari jabatannya sebagai pegawai negeri, juga adanya penghentian pemberian gaji dan tunjangan lainnya, sehingga ketika ada pejabat negara yang melakukan pelanggaran hukum dengan sendirinya akan timbul rasa malu.
5.      Melakukan gerakan sadar hukum bagi masyarakat yang sudah melek terhadap hukum, di masyarakat tingkat desa bisa dilakukan dengan adanya keteladanan dari seseorang yang menjadi pemimpin, ketika pemimpin melaksanakan hukum dengan baik, kemudian mengajak masyarakatnya untuk turut menaati hukum, kemudian dalam mekanisme pengawasan pemimpin lembaga pemerintah di jenjang manapun harus lebih diperketat lagi dengan semboyan “Malu Bila Melanggar Hukum”, semboyan ini memang sederhana namun jika dimaknai dan menjadi suatu nilai yang dipegang oleh masyarakat dalam kehidupannya, maka semboyan sederhana ini akan mengakar menjadi kekuatan yang dapat menciptakan masyarakat yang lebih sadar hukum, kemudian untuk masyarakat yang belum melek hukum hendaknya dilakukan sosialisasi ringan dan kreatif sebagai awal dari pengenalan hukum terhadap masyarakat dengan harapan bahwa masyarakat akan lebih mengerti minimal mereka mengetahui urgensi dari adanya hukum tersebut dan pada tujaun utamanya yaitu untuk membangun masyarakat yang sadar dan taat hukum ataupun melalui contoh nyata dari perilaku sadar hukum yang dilakukan oleh pemimpin atau tokoh-tokoh masyarakat agar masyarakat bisa mengikutinya.
BAB III
PENUTUP

Pentingnya peran pemerintah dalam penegakan hukum di Indonesia pada Era Reformasi ini sangat-lah penting. Berkaitan dengan alasan yang telah dipaparkan di atas, antara lain:
1.      Pemerintah  bertanggung  jawab  penuh mengelola  wilayah  dan rakyatnya untuk mencapai tujuan dalam bernegara.
2.      Tidak hanya tanggung jawab, pemerintah pun punya kepentingan langsung untuk menciptakan kondisi yang kondusif dalam menjalankan pemerintahannya.
3.      Adanya dua institusi penegakan hukum lainnya yang berada di bawah lembaga eksekutif, yaitu Kepolisian dan Kejaksaan. Penegakan hukum bukanlah wewenang Mahkamah Agung semata.
Setelah amandemen UUD 1945 pada Era Reformasi (1998) yang dipimpin oleh B.J. Habibie peranan Presiden tidak mutlak dan lahirnya sistem multi partai sehingga peranan partai cukup besar, akan tetapi daripada pelaksanaan demokrasi di Indonesia belum mencapai titik yang pasti dan masih belajar untuk memulai demokrasi pancasila yang sudah dilakukan selama 40 tahun sampai sekarang masih belum bisa dilaksanakan secara baik dan benar. Dengan adanya undang-undang yang mengamandemenkan itu menjadi konstitusi dan bersifat harus konstitusional, banyak yang diharapkan oleh pemerintah yang lebih sempurna, baik daripada yang sebelumnya. Dan adanya perubahan dalam sistem kepemerintahan harus bisa memperbaiki dalam sistem yang sudah terbentuknya dalam sistem presidensial.
Dampak yang timbul dari penegakan hukum di Indonesia yaitu:
1.      Ketidakpercayaan masyarakat pada hukum.
2.      Penyelesaian konflik dengan kekerasan.
3.      Pemanfaatan inkonsistensi penegakan hukum untuk kepentingan pribadi.
4.      Penggunaan tekanan asing dalam proses peradilan.
Melakukan gerakan sadar hukum bagi masyarakat yang sudah melek terhadap hukum, di masyarakat bisa dilakukan dengan adanya keteladanan dari seorang yang menjadi pemimpin, ketika pemimpin melaksanakan hukum dengan baik, kemudian mengajak masyarakatnya untuk turut menaati hukum. Dalam mekanisme pengawasan pemimpin lembaga pemerintah di jenjang manapun harus lebih diperketat lagi dengan semboyan “Malu Bila Melanggar Hukum”, semboyan ini memang sederhana namun jika dimaknai dan menjadi suatu nilai yang dipegang oleh masyarakat dalam kehidupannya.




DAFTAR PUSTAKA

http://rodlial.blogspot.com/2014/02/makalah-penegakan-hukum-di-indonesia.html (diakses 9 April 2015)
http://www.asekmadb.ac.id/2013/12/10/penegakan-hukum-oleh-pemerintah-di-indonesia-oleh-fetty-dkk/ (diakses 9 April 2015)
http://id.wikipedia.org/wiki/Undang-Undang_Dasar_Negara_Republik_Indonesia_Tahun_1945 (diakses 9 April 2015)
http://poltakb.blogspot.com/2012/03/undang-undang-yang-di-amandemen-setelah.html (diakses 9 April 2015)
http://birokrasikomplek.blogspot.com/2011/06/kekuasaan-presiden-republik-indonesia.html (diakses 9 April 2015)





KARYA TULIS ILMIAH
“Penegakan Hukum di Era Reformasi”

ADE IRNA NOVITA SARI
13.05628
XII JJ. THOMSON
SMA NEGERI 2 PANGKAJENE
2016